Subscribe:

Sabtu, 05 Oktober 2013

Makalah Manusia dan Pandangan Hidup


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah mahluk hidup ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya. Dikarenakan manusia memiliki akal, pikiran dan rasa. Ketiga kekayaan manusia inilah yang membuat manusia disebut sebagai Khalifah di bumi ini. Tuntutan hidup manusia lebih daripada tuntutan hidup makhluk lainnya yang  membuat manusia harus berpikir lebih maju untuk memenuhi kebutuhan atau hajat hidupnya di dunia, baik yang bersifat jasmani maupun rohani. Dari proses ini maka lahirlah apa yang disebut kebudayaan dan pandangan terhadap hidup.
 Jadi pandangan terhadap hidup ini adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia. Pandangan hidup dapat menjadi pegangan, bimbingan dan tuntutan seseorang ataupun masyarakat dalam menempuh kehidupan. Oleh karena itu, dalam kehidupan dunia dan akhirat pandangan hidup seseoranglah yang menentukan akhir hidup mereka sendiri. Selain itu Pandangan hidup juga tidak langsung muncul dalam masyarakat, melainkan melalui berbagai proses dalam kehidupan. Dalam perkembangan seorang manusia itulah proses dalam menemukan jati diri atau pandangan hidupnya.Mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa.
Dalam penemuan pandangan hidup tersebut, tidak lepas juga dengan pendidikan. Manusia mengetahui tentang hakikat hidup dan sebagainya adalah berasal dari pendidikan. Oleh karena itu jika kita membahas tentang pandangan hidup, tidak boleh lepas dari pendidikan. Karena dengan pendidikan manusia dapat berpikir lebih kedepan mulai dari kehidupan baik lahir maupun batin.
Berdasarkan uraian di atas maka dikemukakan judul dari makalah ini ialah “ Pentingnya Pandangan Hidup Bagi seorang Anak”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, kami merangkum beberapa rumusan masalah yang diangkat, antara lain :
1.      Mengapa perlu adanya pandangan hidup pada anak ?
2.      Bagaimana cara menanamkan pandangan hidup pada anak ?
3.      Apa dampak negatif bagi anak yang tidak mempunyai pandangan hidup
C. Tujuan Penulisan
Penulisan makalah mengenai pentingnya pandangan hidup bagi anak mempunyai tujuan antar lain :
1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)
2.      Memberi pengetahuan dasar kepada para mahasiswa mengenai masalah  manusia dan  pandangan hidup
3.      Mahasiwa dapat mengetahui pentingnya pandangan hidup bagi anak
4.      Mahasiswa dapat menyebutkan manfaat pandangan hidup bagi anak
5.      Memberikan pandangn pada mahasiswa IKIP sebagai calon guru agar ikut berperan dalam menanamkan pandangan hidup pada anak.

D. Manfaat Makalah
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
   1. Sebagai referensi tambahan dalam pembelajaran
   2. Sebagai pembanding dalam penyusunan makalah selanjutnya






















BAB II
LANDASAN TEORI
A.          Pengertian Pandangan Hidup
1.      Menurut Koentjaraningrat dalam buku Ilmu Budaya Dasar yang disusun oleh Eddy Subandrijo (2000: 90) Pandangan hidup (World View) adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat yang dipilih secara selekif oleh individu dan golongan di dalam masyarakat.
2.      Menurut Manuel Kaisiepo dalam buku Ilmu Budaya Dasar yang disusun oleh Eddy Subandrijo (2000: 90) Pandangan hidup mencerminkan citra diri seseorang karena pandangan hidup itu mencerminkan cita-cita atau aspirasinya.
3.      Menurut Lenski dalam buku Ilmu Budaya Dasar yang disusun oleh Eddy Subandrijo (2000: 90)  Pandangan hidup merupakan bagian dari ideologi.
Pandangan hidup pada dasarnya memiliki unsur-unsur:
a.  Cita-cita adalah sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha.
b.   Usaha adalah hal-hal yang diupayakan sebaik mungkin untuk menggapai cita-cita yang harus dilandasi oleh keyakinan.
c.  Keyakinan diukur dengan daya pikir akal, jasmani, dan sikap maupun rasa kepada Tuhan.
Hal ini yang mencirikan bahwa unsur-unsur pandangan hidup diatas saling berkaitan.
Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia yang mana mencerminkan diri seseorang. Pandangan hidup tersebut dapat digunakan dalam menjalani hidup. Pandangan hidup itu juga bisa diimplementasikan sebagai hasil-hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman, fakta, dan sikap meyakini sesuatu yang diringkas sebagai pegangan, pedoman, petunjuk atau arahan.
B.     Pengertian Anak
1.      Menurut Dr. As’aril Muhajirin, M. Ag dalam buku berjudul Ilmu Pendidikan Perspektif Kontekstual (2011: 113) pengertian anak dalam islam diistilahkan dari akar kata al-walad, al-ibn, al-tifl, al-syabi, dan al-ghulam. Dalam pengertiannya yang identik dengan al-walad, ia berarti keturunan yang kedua dari seseorang, atau segala sesuatu yang dilahirkan,juga bias berarti manusia yang masih kecil. Menurut pengertian ini,keturunan pertama adalah orang tua. Kemudian setiap orang tua yang mempunyai keturunan, keturunan itu yang disebut sebagai anak.

2.      Menurut Prof.Drs. Koesparmono Irsan,SH,MH,MBA dalam buku berjudul Hukum dan Hak Asasi Manusia(2009:63) mengatakan bahwa anak adalah amanah sekaligus karunia Tuhan YME , yang senantiasa harus kita jaga karena dalam dirinya melekat harkat,martabat dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi.

3.      Berdasarkan Undang-Undang Pasal 1(2) 4/1979 di dalam buku berjudul Sosiologi Keluarga yang disusun oleh Prof.Dr. Soerjono Soekanto (2004:130) memaparkan bahwa anak adalah seseorang yang belum mencapai usia 21 tahun dan belum pernah menikah.

Dari definisi- definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa anak adalah pribadi yang membutuhkan kasih sayang, perhatian dan perlindungan dari pribadi yang dituakan olehnya, baik dari orangtua, guru ataupun masyarakat.Selain itu anak- anak mulai berkembang tidak hanya dari jasmaninya melainkan juga psikologinya dimana anak-anak sudah berkembang semakin luas.Selain itu juga anak-anak mulai diberi pengertian tentang berbagai hal mulai dari agama, norma, hak dan kewajiban. Anak juga mengalami perkembangan seperti mulai mengambil keputusan tentang apa yang akan dia lakukan kedepannya.
C.    Pengertian Keluarga
1.      Dalam buku berjudul Psikologi Perkembangan yang disusun oleh Drs. Agus Sujanto yang dikutip oleh Drs.Sudarsono dalam buku berjudul  Kenakalan Remaja(2008:125) menjelaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan yang terdekat untuk membesarkan,mendewasakan dan di dalamnya anak mendapatkan pendidikan yang pertama kali. Keluarga merupakan kelompok masyarakat terkecil,akan tetapi merupakan lingkungan paling kuat dalam membesarkan anak dan terutama bagi anak yang belum sekolah.

2.      Menurut Soerjono Soekamto dalam buku berjudul Sosiologi keluarga tentang Ikhwal Keluarga,Remaja dan anak (2004:1) mengatakan bahwa keluarga merupakan kelompok social kecil yang terdiri dari suami,istri beserta anak-anaknya yang belum menikah. Keluarga lazimnya juga disebut rumah tangga,yang merupakan unit terkecil dalam masyarakat sebagai wadah dan proses pergaulan hidup

3.      Menurut Subino Hadisubroto dalam bukunya yang  berjudul Pentingnya Pendidikan,dalam “Keluarga dalam Hakikat Tujuan Pendidikan Nasional” keluarga(2007:23) adalah tempat untuk berbagi rasa dan pikiran, menjadi tempat mencurahkan suka dan duka,tidak menjadi tempat bergantung bagi anak-anak akan tetapi sebagai tempat berlatih mandiri, tidak menjadi tempat menuntut hak,menjadikan tempat menumbuhkan kehidupan religius, dan akhirnya menjadi tempat yang aman karena aturan main antaranggota ditegakkan. 

Dari definisi-definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan pengertian dari keluarga adalah kelompok sosial terkecil dalam masyarakat, tetapi memiliki peran yang sangat besar dalam pembentukan karakter seseorang.


D.     Pengertian Pendidikan
1.      Istilah pendidikan yang terdapat dalam buku Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis, ditulis oleh M. Ngalim Purwanto (2007: 3) salah satunya Pedagogik
atau ilmu pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik. Pedagogik berasal dari kata Yunani Paedagogia yang berarti “pergaulan dengan anak-anak”. Paedagogos ialah seorang pelayan atau bujang pada zaman Yunani kuno yang pekerjaanya mengatur dan menjemput anak-anak ke dan dari sekolah.

2.      Arti pendidikan dalam buku. Pemikiran kependidikan ( 2009 : 25 ) ialah crow and crow ( dalam subingh, 1979 ) : “ the function of education must be recongnelzed to be guidance of a lerning, at all stages of his want, needs, and potentialities that will insure for him a personally satisfying and socially desirable pattern of living. Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa pendidikan tidak dipandang hanya sebagai usaha mewujudkan keiginan, kebutuhan dan kemampuan individu sehingga tercapai pola hidup pribadi dan social yang memuaskan. Dikemukakan pula bahwa pendidikan mengandung tujuan yang ingin dicapai yaitu individu yang berkembang
kemampuannya sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidupnya, atau sebagai warga masyarakat mapun sebagai warga Negara. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan perlu melakukan usaha yang disengaja dan terencana. Kegiatan tersebut hendaknya dapat diberikan dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

3.      Menurut Aristoteles dalam buku berjudul Pedoman Pendidikan dan Pengajarannya yang disusun oleh Drs.Abu Bakar Muhammad(1981:16), pendidikan adalah menyiapkan akal untuk pengajaran, sebagaimana disiapkan tanah tempat persemaian benih. Dia mengatakan bahwa di dalam diri manusia itu ada dua kekuatan,yaitu pemikiran kemanusiaannya dan syahwat hewaniyah. Pendidikan itu adalah alat (media) yang dapat membantu kekuatan pertama untuk mengalahkan kekuatan yang kedua.

Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, Bangsa dan Negara.
E.     Pengertian Masyarakat

1.      Menurut J.L.Gillin dan J.P.Gillin dalam buku Sosiologi dan Perubahan Masyarakat yang di susun oleh Drs. Abdul Syani(1995:46) menamakan masyarakat sebagai kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama.
2.      Dalam buku berjudul Individu dan Masjarakat  yang disusun oleh Dr A. Lysen(1967:14) mengatakan bahwa masyarakat kira-kira sama artinya dengan “lingkungan sosial”, pergaulan hidup manusia dan seperti kata masyarakat lebih diartikan , apabila kita memandangnya di dalam hubungan dengan individu

3.      Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun oleh W.J.S Poerwadarminta(2007:751)Masyarakat adalah pergaulan hidup manusia (sehimpunan orang yang hidup bersama di suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan yang tentu)

Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat merupakan sekumpulan orang dengan berbagai ragam kualitas diri dari yang tidak berpendidikan sampai yang berpendidikan tinggi. Baik buruknya kualitas masyarakat ditentukan oleh kualitas pendidikan anggotanya, sehingga semakin baik pendidikan anggotanya, semakin baik pula kualitas masyarakat secara keseluruhan.




BAB III
JAWABAN RUMUSAN MASALAH
A. Sebab Anak Harus Memiliki Pandangan Hidup
Berdasarkan  rumusan masalah yang pertanyaannya berbunyi ”Mengapa perlu adanya pandangan hidup pada anak ?” maka jawabannya adalah sebagai berikut :
Seperti yang dikemukakan oleh Manuel Kaisiepo (1982) dalam buku Ilmu Budaya Dasar yang disusun oleh Eddy Subandrijo (2000: 90) Pandangan Hidup merupakan bagian hidup manusia. Tidak ada seorang pun yang hidup tanpa pandangan hidup meskipun tingkatannya berbeda-beda. Pandangan hidup mencerminkan citra diri seseorang karena pandangan hidup itu mencerminkan cita-cita dan aspirasinya. Hal ini membuktikan anak harus memiliki pandangan hidup karena sangat mempengaruhi dalam pencapaian cita-citanya.
B. Cara Menanamkan Pandangan Hidup Pada Anak
Berdasarkan  rumusan masalah yang pertanyaannya berbunyi ”Bagaimana cara menanamkan pandangan hidup pada anak ?” maka jawabannya adalah sebagai berikut :
Cara menanamkan pandangan hidup pada anak dapat kita bagi menjadi tiga berdasarkan lingkungan dimana anak belajar berdasarkan buku yang berjudul Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis yang disusun oleh Drs.M.Ngalim Purwanto MP salah satunya adalah lingkungan Keluarga (2007:193) Dalam buku yang berjudul Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis yang disusun oleh Drs.M.Ngalim Purwanto MP(2007:79) Comenius (1592-1670), seorang ahli didaktik yang terbesar, dalam buku Didaktica Magna disamping mengemukakan asas-asas didaktiknya yang sampai sekarang masih dipertahankan kebenarannya,juga menekankan betapa pentingnya pendidikan keluarga itu bagi anak-anak yang sedang berkembang. Dalam uraiaannya tentang tingkatan-tingkatan sekolah yang dilalui oleh anak sampai mencapai tingkat kedewasaanya,ia menegaskan bahwa tingkatan permulaan bagi pendidikan anak-anak dilakukan di dalam keluarga yang disebut scola-materna(sekolah ibu). Di dalamnya diutarakan bagaimana orang-orang tua harus mendidik anak-anaknya dengan bijaksana,untuk memuliakan Tuhan dan untuk keselamatan jiwa anak-anaknya.
C. Dampak Negatif Bagi Anak yang Tidak Mempunyai Pandangan Hidup
Berdasarkan  rumusan masalah yang pertanyaannya berbunyi ” Apa dampak negatif bagi anak yang tidak mempunyai pandangan hidup?” maka jawabannya adalah sebagai berikut :
Dalam buku berjudul Kenakalan Remaja yang ditulis oleh Dr.Kartini Kartono menjelaskan tentang Juvenile delinquency atau perilaku jahat/dusta,atau kejahatan/kenakalan anak-anak muda; merupakan gejala sakit(patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh kurangnya orang tua dan orang dewasa dalam menanamkan moralitas dan keyakinan pada anak-anak muda.(1986:9)


BAB IV
PEMBAHASAN
A.    Mengapa perlu adanya pandangan hidup pada anak
Dalam buku berjudul Sosiologi Keluarga yang ditulis oleh Prof. Dr. Soerjono Soekanto, S.H.(2004:49) pendidikan keluarga adalah sangat penting, oleh karna ana merupakan generasi yang akan menggantikan kita semua kelak pada suatu waktu. Mereka harus disiapkan untuk dapat menanggulangi masalah-masalah yang kelak akan dihadapi, dengan pola yang mungkin berbeda dengan kebiasaan yang ada dewasa ini. Dengan begitu kita sebagai oang tua penting untuk menanamkan pandangan hidup pada seorang anak untuk kelangsungan kehidupan yang lebih baik.
B.     Macam-Macam Pandangan Hidup
Dalam buku berjudul Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis bahwa macam-macam pandangan hidup yang disusun oleh Drs.M.Ngalim Purwanto (2007:23) berdasarkan sumbernya,dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok,yaitu :
1.      Pandangan hidup berupa agama (pandangan hidup muslim). Pandangan hidup ini memiliki kebenaran mutlak. Sebagai contoh, pandangan hidup muslim(orang islam) bersumber dari Al-Qur’an dan Sunah(sikap, perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad saw)
2.      Pandangan hidup berupa ideologi merupakan abstraksi dari nilai-nilai budaya suatu Negara atau bangsa. Misalnya ideologi Pancasila dapat merupakan sumber pandangan hidup, sebagaimana halnya P4
3.      Pandangan hidup berupa hasil perenungan seseorang sehingga dapat merupakan ajaran atau etika untuk hidup, misalnya aliran-aliran kepercayan.



BAB V
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
   Kesimpulan pembahasan yang telah diuraikan pada bab-bab terdahulu, maka pada bagian ini akan dikemukakan beberapa pokok sebagai berikut :
1.            Pendidikan pandangan hidup yang dimiliki seorang anak dapat membantu kembang tumbuh anak dalam proses pembelajaran tentang dirinya sendiri dan dunia sekitarnya.
2.            Seorang anak yang memiliki pandangan hidup atau prinsip hidup akan menjalankan kebajikan dalam kehidupannya.
3.            Setiap manusia pasti memiliki pandangan hidup untuk mencapai kehidupan yang sejahtera, baik sebagai pedoman dalam hidupnya, pegangan ataupun petunjuk hidupnya.
B.           Saran
Melalui kesempatan ini ada beberapa saran yang akan kami sampaikan, saran tersebut sebagai berikut:
1.            Tanamkan pandangan hidup atau prinsip hidup pada anak sejak dini agar mereka kelak menjadi manusia yang bijak dan berwatak mulia.
2.            Baiknya seorang manusia memegang teguh pandangan hidup yang dimilikinya agar dalam kehidupannya selalu melakukan kebajikan.


DAFTAR PUSTAKA

Latif, Abdul. 2007. Pendidikan Berbasis Nilai Kemasyarakatan. Bandung: PT Refika Aditama
Syani, Abdul. 1995. Sosiologi dan Perubahan Masyarakat. Bandar Lampung: PT Dunia Pustaka Jaya

Muhammad, Abu Bakar. 1981. Pedoman Pendidikan dan Pengajaran. Surabaya:  Usaha Nasional

A. Lyzen. 1967. Individu dan Masjarakat. Bandung: Sumur Bandung

Sujanto, Agus. 1981. Psikologi Perkembangan, edisi kedua. Jakarta: Radar Jaya Offset

Semiawan, Conny R. 2002. Pendidikan Keluarga Dalam Era Global. Jakarta: PT Prenhallindo

Harjaningrum, Agnes Tri. 2007. Peranan Orang Tua dan Praktisi dalam Membantu Tumbuh Kembang Anak Berbakat Melalui Pemahaman Teori dan Tren Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group

Hasbullah. 2009 . Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta : Rajawali Pers

Hurlock, Elizabeth B. 1997. Psikologi Perkembangan, edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.

Kartono, Kartini. 1986. Patologi Sosial 2 Kenakalan Remaja. Jakarta: CV Rajawali

Kartono, Kartini. 1992. Usaha Orang Tua dalam Rangka Mendidik Anak Usia Sekolah. Jakarta: Rajawali

Irsan, Koesparmono. 2009.Hukum dan Hak Asasi Manusia. Jakarta: Yayasan Bratha Bhakti

Sulaeman, M. Munandar. 2007. Ilmu Budaya Dasar-Suatu Pengantar. Bandung: PT Refika Aditama

Puwanto, M. Ngalim. 2007. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Muhajir, As’Aril. 2011. Ilmu Pendidikan Perspektif Kontekstual. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA GROUP




LAMPIRAN
Notulen  Presentasi
a.       Hari/Tanggal               : Senin,23 Oktober  2011
b.      Tempat                        : Lab PGSD
c.       Waktu                         : 45 Menit
d.      Moderator                   : Adi Ashari                            NIM 1105115036
e.       Penyaji                                    : Meti Nurin Yulia Amin         NIM 1105115011
f.       Penyimak                    :
a.       Dosen Mata Kuliah     : Drs. H. Eddy Subandrijo, M.Pd.
b.      Mahasiswa putra         : 6 Orang
c.       Mahasiswa putri          : 36 Orang
g.      Pertanyaan
a.       Kelompok 1
Nama         : Hajjah Ruwaida        NIM 1105115052
Pertanyaan            : Bagaimana sikap kalian dalam mengarahkan pandangan hidup seorang anak yang lugu agar menjadi orang yang sukses ?
Jawaban    :Anak-anak kecil biasanya mencari pandangan hidup dengan bertanya baik kepada orang dewasa maupun teman sebaya. Pertanyaan-pertanyaan itu sering kali muncul dari eksploitasi fisik mereka terhadap dunia sekitar mereka, yang pada gilirannya membawa mereka ke pengalaman yang konstruktif dan pendalaman pemahaman. Setelah itu mereka mengembangkan gagasan-gagasan tentang dirinya dan berusaha memasuki peran orang lain dengan cara meniru. (Anak-anak mencari arti diri, Violet Madge. 1991: 39)

Dari sinilah sebagai orang tua, kita harus memberikan contoh yang baik dalam berbuat. Memberikan nasihat pada anak-anak jika anak melakukan kesalahan dan mengarahkan anak pada hal-hal yang baik. Berdasarkan pengalaman-pengalaman seorang anak, pandangan hidup itu akan timbul dan akan menghantarkan seorang anak menjadi apa yang mereka cita-citakan sejak kecil. Pandangan hidup juga akan mengarahkan seoraang anak menjadi orang sukses.
b.      Kelompok 2
Nama         : Yuana Eka Suciati    NIM  1105115020
Pertanyaan            : Bagaimana mengembangkan pandangan hidup pada anak yang berkebutuhan khusus ?
Jawaban: Menurut Marion J. Ericson dalam buku Psikologi Belajar dan Mengajar yang ditulis oleh Dr. Oemar Hamalik (2010: 18) mengemukakan bahwa penyelenggaraan pendidikan anak-anak yang berkebutuhan khusus atau terbelakang mental dapat melalui pendidikan sekolah umum. Berdasarkan penilitian tersebut dapat dibuktikan bahwa:
a.   Anak-anak berkebutuhan khusus dapat dididik bersama anak normal dengan memberikan rencana-rencana khusus dengan tingkat kemampuan dan pola berpikir dan perkembangannya.
b.   Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi, social ekonomi dan personal yang kompeten, yang dapat dilatih dalam batas-batas terntentu.
c.    Mereka mampu belajar, tetapi tidak dapat sebanyak dan secepat anak-anak normal.
d.  Anak-anak ini mampu mencapai kemandirian dalam bidang ekonomi yang lebih besar dan kompeten.
Pandangan hidup bagi seorang anak berkebutuhan khusus tidak harus ditekankan melainkan lebih mengajarkan kepada mereka tentang hal-hal yang benar dan salah.
c.       Kelompok 3
Nama         : Zaga Paramudita       NIM 1105115045
Pertanyaan            : Mengapa pandangan hidup kepada seorang anak itu penting?
Jawaban: Pandangan hidup ternyata sangat penting, baik untuk kehidupan sekarang maupun kehidupan di akhirat, dan sudah sepantasnya setiap manusia memilikinya. Maka pilihan pandangan hidup harus benar-benar berdasarkan pilihan akal, bukan sekedar ikut-ikutan saja. (Ilmu Budaya Dasar, Drs. Djoko Widagdho. 2003:143)
Dengan demikian perlunya peranan orang tua menanamkan pandangan hidup pada seorang anak. Karena sebagai orang tua pasti menginginkan anak mereka di masa depan mempunyai kualitas yang lebih tinggi dari orang tuanya, atau sejajar dengan orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua perlu mempersiapkan anak itu sejak dini agar menjadi manusia unggul dengan menanamkan pandangan hidup kepada mereka.



d.      Kelompok 4
Nama         : Fahria Yuliana                       NIM 1105115007
Pertanyaan  : Sebutkan contoh pendidikan nonformal di lingkungan masyarakat ?
Pertanyaan  : Menurut Coombs dan Ahmed dalam buku Pendidikan Nonformal yang ditulis oleh Dr. H. Mustofa Kamil (2009: 11) menjelaskan bahwa pendidikan nonformal adalah setiap kegiatan pendidikan yang terorganisir dan sistematis yang di adakan di luar kerangka system formal guna memberikan materi pembelajaran khusus bagi sebagian kelompok masyarakat,baik orang dewasa maupun anak-anak. Contohnya. Sanggar tari, bimbel-bimbel dan kegiatan ekstrakulikuler lainnya.
e.       Kelompok 6
Nama         : Irma               NIM 1105115008
Pertanyaan            : Apakah emosi seorang anak dapat mempengaruhi pandangan hidup seseorang?
Jawaban    :Ya. Makin besar anak, makin besar pula kemampuanya untuk belajar sehingga perkembangan emosinya makin rumit. Perkembangan emosi melalui proses kematangan hanya terjadi pada saat usia satu tahun, setelah itu perkembangan selanjutnya lebih baik banyak ditentukan oleh proses belajar.

Pendapat nativitik mengatakan bahwa emosi pada dasarnya merupakan bawaan sejak lahir, sedangkan pendapat empiristik mengatakan bahwa emosi dibentuk oleh pengalaman dan proses belajar. (Psikologi Umum, Drs. H. Ahmad Fauzi. 2004: 54-57). Dari pengalaman dan proses belajar tersebut akan ditemui perasaan-perasaan atau emosi-emosi yang kemudian dapat merubah pandangan hidup seseorang.
f.       Kelompok 7
Nama         : Megawati      NIM 1105115041
Pertanyaan            : Apakah lingkungan sekitar dapat merubah pandangan hidup yang ditanamkan seorang keluarga?
Jawaban    : Ya. Kehadiran individu dalam suatu lingkungan masyarakat biasanya ditandai oleh perilaku individu yang berusaha menempatkan dirinya di hadapan individu-individu lainnya yang telah mempunyai pola-pola perilaku yang sesuai dengan norma-norma dan kebudayaan di lingkungan yang ia tempati. Disini individu akan berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang ada. (Ilmu Sosial Dasar, Drs. H.M. Arifin Noor. 2007:75)
Kebiasaan dalam lingkungan tersebut perlahan-lahan akan merubah pandangan hidup seseorang yang sudah ditanamkan dalam sebuah keluarga.

Samarinda, 23 November 2011
                                                                                          Notulis                                 


                                                                                          PENYUSUN










0 komentar:

Posting Komentar