Subscribe:

Senin, 06 Mei 2013

Rating Scale


 Skala Rating (Rating Scale)
Yang disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian
Dosen Pengampu : Prof.Dr.Hj. Zainab Hanim



Disusun oleh :

1.      Titis Kurniawan             NIM 1105115015
2.      Didit Satya P                 NIM 1105115023
3.      Yuli Setyaningrum         NIM 1105115024
4.      Eko Syarjito                   NIM 1105115025
5.      Ety Nor Anisa                NIM 1105115033
6.      Adi Ashari                     NIM 1105115036
7.      Jumriansyah                   NIM 1105115050


                                                       PGSD A Pagi 2011

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Mulawarman
Samarinda
2013

            Rating scale yaitu data mentah yang didapat berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Responden menjawab, misalnya : ketat - longgar, sering dilakukan – tidak pernah dilakukan, lemah – kuat, positif – negative, buruk – baik, mendidika – menekan, aktif – pasif, besar – kecil, ini semua adalah merupakan contoh dai data kualitatif.
            Dalam model rating scale responden tidak akan menjawab dari kualitatif yang sudah tersedia tersebut, tetapi menjawab salah satu dari jawaban kuantitatif yang telah disediakan. Dengan demikian, bentuk ratig scale lebih pleksibel, tidak terbatas untuk mengukur sikap saja, tetapi untuk mengukur persepsi responden terhadap gejala/ fenomena lainnya. Misalnya skala untuk mengukur status sosial ekonomi, iptek, instansi dan lembaga, kinerja dosen, kegiatan PBM, kepuasan pelanggan, produktifitas kerja, motivasi pegawai, dan lainnya.
            Pembuatan dan penyusunan instrument dengan menggunakan rating scale yang penting harus dapat mengartikan atau mentafsirkan setiap angka yang diberikan dalam alternatif jawaban pada setiap item instrument. Misalnya, Fatimah memilih jawaban angka 4, Hamidah memilih jawaban angka 4, dan Sriyati memilih jawaban angka 4, tetapi persepsi Fatimah, Hamidah, dan Sriyati belum tentu sama maknanya walaupun sama-sama menjawab angka 4.
            Rating scale pada umumnya melibatkan penilaian tingkah laku atau performa seseorang yang hendak diteliti. Dalam rating scale ini, seolah-olah penilai diminta oleh peneliti untuk menempatkan seseorang yang dinilai pada beberapa titik yang telah disusun secara berurutan atau dalam kategore yang meggambarkan tingkah laku seseorang tersebut. Pada rating scale ini, penilai atau Rater diamsusikan bahwa meraka adalah orang-orang yang mengetahui benar tentang tingkahlaku individual tersebut.
            Ada beberapa tipe rating scale banyak digunakan sebagai skala pengukuran dalam penilaian. Mereka dapat dikelompokkan sebagai skala rating individual dan skala rating kelompok. Pada skala rating individu maka penilai dalam mengambil keputusan terhadap subje yang dinilai, dilakukan dengan tanpa membandingkan dengan orang lain. Skala rating dikatakan sebagai skala rating kelompok, jika seorang penilai memberikan kepuusan penilaian terhadap subjek yang diteliti diberikan setelah membandingkan individu tersebut dengan orang lain yang tergolong dalam kelompoknya.Dilihat dari cara menggambarkannya, rating scale juga dapat dibedakan menjadi skala grafik dan skala kartegore. Skala grafik, yaitu skala rating yang memberikan kesempatan kepada pant penilai dengan secara mudah memberikan tanda cek  (√) pada titik-titik yang tepat pada garis horizontal yang menunjukkan tentang tingkah laku.
Aspek tingkah Laku
Rendah
Sedang
Tinggi
Penampilan pribadi



Keterampilan berkomunikasi



Adaptasi dengan lingkungan sosial



Bekerja secara kelompok



Bekerja secara mandiri




            Dengan skala rating grafik ini, penilai dapat memberikan tanda cek (√) pada garis yan diamsusikan kontinu. Tipe kedua skala rating adalah skala kategori, yaitu jens skala rating yang didalamnya terdiri atas beberapa kategori yang telah diatur dalam seri yang berurutan. Bentuk skala kategori 5 sampai 7 adalah skala rating yang paling banyak digunakan dalam penelitian pendidikan.
            Berikut ini diberikan contoh item kreatifitas siswa dengan 7 skala kategori.
Kreativitas siswa
1          2                      3          4                      5                      6          7
Skor terendah              Skor rerata                                           Skor tertinggi

            Para peneliti dalam hal ini dapat mengambil satu kategori yang menggambarkan tingkah laku terbaik yang menggambarkan tingkat kreatifitas seseorang yang dinilai. Misalkan peneliti hendak melakukan penilaian kreatifitas seorang siswa. Item kategorinya mungkin dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan.
            Untuk item pertanyaan, sebagai contohnya adalah seperti berikut. Bagaimanakah kreatifitas siswa dalam proses belajar dikelas? (Plih salah satu dari kategori yang tersedia)
-- Sangat kreatif
-- Kreatif
-- Tidak kreatif
-- Sangat tidak kreatif
Jika item kategorinya adalah pernyataan, maka bentuk item kategori dapat seperti berikut. Kretifitas siswa dalam mengikuti kegiatan belajar dikelas dapat dikelompokkan sebagai siswa,
-- Sangat kreatif
-- Kreatif
-- Tidak kreatif
-- Sangat tidak kreatif
Yang perlu diperhatikan bagi seorang peneliti dalam menggunakan skala grafik maupun skala kategori adalah penilai atau rater dalam membuat keputusan tersebut tanpa membandingkan antara siswa satu dengan siswa lain dalam kelompoknya. Kecuali jika skala rating tersebut adalah skala rating komperatif. Maka penilai dalam membuat keputusan terhadap siswa menjadi subjek perlu terlebih dahulu membandingkan antara siswa satu dengan siswa lain dalam kelompoknya.
            Agar mencapai tujuan rater yang baik maka perlu sekali bagi seorang penilai untuk dapat memberikan intruksi secara jelas, sehingga penilai dapat menempatkan posisi seseorang yang dinilai sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Contoh:
a) Peneliti ingin mengetahui seberapa harmoniskah hubungan suami istri untuk menciptakan keluarga sejahtera. Berilah tanda lingkaran (○) pada angka yang sudah disediakan:
No. Item
PERNYATAAN TENTANG MENCIPTAKAN KELUARGA SEJAHTERA
INTERVAL JAWABAN
SB
B
CB
KB
STB
1
Masalah agama
4
3
2
1
2
Manajemen pendidikan anak
5
3
2
1
3
Pengaturan keuangan keluarga
5
4
2
1
4
Perwujudan kasih saying
5
4
3
1
5
Masalah rekreasi
5
4
3
2
6
Memilih sahabat-sahabat
4
3
2
1
7
Aturan rumah tangga
5
4
3
1
8
Adat kebiasaan
4
3
2
1
9
Pandangan hidup
5
4
3
1
10
Cara bergaul dengan keluarga saudara
5
3
2
1
11
Pekerjaa istri
5
4
2
1
12
Keintiman hubungan suami istri
4
3
2
1
13
Pemeliharaan anak
5
3
2
1
14
Pembagian tugas rumah tangga
5
4
3
1

            Instrument tersebut apabila dijadikan angket kemudian disebarkan kepada 25 responden, sebulum dianalisis maka dapat ditabulasikan (rekaputulasi data), seperti berikut:
            Jumlah skor kriterium (apabila setiap item mendapat skor tertinggi) yaitu: = (skor tertinggi setiap item = 5) x (jumlah item  =14) x (jumlah responden= 25) adalah 1750.




No Responden
Jawaban responden untuk item nomor ke
Jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
1
5
5
2
5
3
3
5
2
5
2
5
5
5
3
55
2
5
4
4
4
4
4
5
5
5
5
5
4
4
4
62
3
5
3
3
3
3
4
4
4
5
5
5
5
5
5
59
 














 
















dst…














dst…
23
5
5
5
5
5
4
4
5
5
5
5
5
5
5
68
24
5
3
3
3
3
5
5
5
5
5
5
5
5
5
62
25
4
4
4
4
4
4
5
5
5
5
5
5
3
5
60
Jumlah Skor Hasil Pengumpulan Data
1400

80% %%%%%%
 
100%
 
60%
 
40%
 
20% %%
 
0
 
Jika jumlah hasil pengumpulan data = 1400. Dengan demikian keharmonis hubungan suami istri untuk menciptakan keluarga sejahtera, menurut persepsi 25 responden, yaitu : 14 : 1750 x 100 % = 80 % dari kriterium yang ditetapkan. Apabila di interprestasikan nili 80 % terletak pada daerah Kuat. Sedangkan nilai 1400 termasuk dalam kategori interval baik. Secara kontinum dapat dibuat kategori sebagai berikut:  


































Sangat Lemah
 

Lemah
 

Cukup
 

Kuat
 

Sangat Kuat
 


0
 

350%%
 

700
 

1050
 

1400
 

1750
 






SKB
 

KB
 

CB
 

B
 

SB
 
 

Materi Energi dan Usaha


Materi Energi dan Usaha
Yang disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan IPA di SD (Fisika)
Dosen Pengampu : Drs. Yudo Dwiyono, M.Si




Disusun oleh :

1.      Yuli Setyaningrum         NIM 1105115024
2.      Ida Khairunnisa             NIM 1105115039
3.      Dwi Safitri                     NIM 1105115040



                                                       PGSD A Pagi 2011

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Mulawarman
Samarinda
2013


PEMBAHASAN ENERGI DAN USAHA

1.      Energi
1.1 Pengertian Energi
          Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Energi merupakan besaran yang kekal, artinya energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk energy ke bentuk energi lain. Lambang untuk energi adalah E, satuannya adalah SI adalah joule (J). satuan energi dalam satuan yang lain adalah kalori, erg, dan kWh (kilo watt hours). Kesetaraan joule dengan kalor adalah sebagai berikut :
1 kalori = 4,2 joule
Atau
1 joule = 0.24 kalori
1.2 Bentuk-bentuk Energi
          Energi yang paling besar adalah energi matahari. Tuhan telah menciptakan matahari khusus untuk kesejahteraan manusia. Jaraka matahari dan bumi yang telah diatur pada jarak 149.600 juta km memungkinkan energy panas yang diterima manusia di bumi tidak membahayakan. Energy panas dari sinar matahari sangat bermanfaat bagi bumi dan dapat menghasilkan  energy-energi yang lain dimuka bumi ini. Caranya adalah dengan mengubah energy matahari menjadi energy yang lain, seperti energy kimia, energy listrik, energy bunyi, dan energy gerak.
1.2.1 Energi Kimia
          Energi kimia adalah energi yang tersimpan dalam persenyawaan kimia. Makanan banyak yang mengandung energy kimia yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Energy kimia pun terkandung dalam bahan minyak bumi yang sangat bermanfaat untuk bahan bakar. Baik energy kimia dalam makanan maupun energy kimia dalam minyak bumi berasal dari energy matahari.
          Energy cahaya matahari sangat diperlukan untuk proses fotosintesis pada tumbuhuan sehingga mengandung energy kimia. Tumbuhan dimakan oleh manusia dan hewan sehingga mereka akan memiliki energy tersebut. Tumbuhan dan hewan yang mati miliaran tahun yang lalu menghasilkan minyak bumi. Energy kimia dalam minyak bumi sangat bermnafaat untuk menggerakkan kendaraan, alat – alat pabrik, ataupun kegiatan memasak.

1.2.2 Energi Listrik
          Energy listrik merupakan salah satu bentuk energy yang paling banyak digunakan. Energy ini dipindahkan dalam bentuk aliran muatan listrik melalui kawat logam konduktor yang disebut arus listrik. Energy listrik dapat diubah menjadi bentuk energy yang lain seperti eneergi gerak, energy cahaya, energy panas, atau energy bumi.
          Sebaliknya, energy listrik dapat berupa hasil perubahan energy yang lain, misalnya dari energy matahari, energy gerak, energy potensial air, energy kimia gas alam dan energy uap.

1.2.3 Energi Panas
          Sumber energy panas yang sangat besar berasal dari matahari. Sinar matahari dengan panasnya yang tepat dapat membantu manusia dan makhluk lainnya untuk hidup dan berkembang biak. Energy panas pun merupakan hasil perubahan energy yang lain, seperti dari energy listrik, energy gerak, dan energy kimia. Energy panas dimanfaatkan untuk membantu manusia melakukan usaha seperti menyetrika pakaian, memasak, dan mendidihkan air.

1.2.4 Energi Mekanik
          Energy mekanik merupakan penjumlahan dari energy potensial dan energy kinetik. Contohnya ketika buah mangga jatuh dari pohonnya. Mengapa buah mangga itu dapat jatuh ? Untuk melakukan kerja supaya dapat jatuh dari pohonnya, buah mangga harus memiliki energy. Dari peristiwa itu terdapat dua buah jenis energy yang saling mempengaruhi, energy yang diakibatkan oleh ketinggian dan energy karena benda bergerak. Energy akibat perbedaan ketinggian disebut energy potensial gravitasi, sedangkan energy gerak disebut energy kinetic ( energy gerak ).
          Secara matematis persamaan energy mekanik dapat dituliskan sebagai berikut :
Em = Ep + Ek
                                                  Em = mgh + ½ mv2
dengan Em = Energi mekanik ( J )
             Ep = Energi potensial ( J )
             Ek = Energi kinetik ( J )

1.2.4.1 Energi Potensial
          Energy potesial adalah energy akibat perbedaan ketinggian. Buah kelapa yang bergantung di pohonnya menyimpan suatu energy yang disebut energy potensial. Energy potensial yang dimiliki buah kelapa diakibatkan oleh adanya gaya tarik bumi sehingga jatuhnya selalu menuju ke pusat bumi. Energy potensial akibat grafitasi bumi disebut energi potensial gravitasi.
          Energy potensial gravitasi pun bisa diakibatkan oleh tarikan benda-benda lain seperti tarikan antar planet. Adapun energy potensial yang dimiliki suatu benda akibat pegas atau karet yang kamu regangkan disebut energy potensial pegas. Energy potensial gavitasi dimiliki oleh benda yang berada pada ketinggian tertentu dari permukaan bumi. Energy potensial pegas muncul akibat adanya perbedan kedudukan dari titik kesetimbangannya. Titik kesetimbangan adalah titik keadaan awal sebelum benda ditarik.
          Besarnya energy potensial gravitasi sebanding dengan ketinggian (h) dan massa benda (m). Selain kedua besaran itu, energy potensial gravitasi dipengaruhi oleh percepatan gravitasi (g) sehingga dapat dibuat persamaan energy potensial gravitasi sebagai berikut.
Ep = mgh
Dengan : Ep = energi potensial (J)
                m = massa benda ( kg )
                g = konstanta gravitasi (m/s2)
                h = ketinggian (m)

1.2.4.2 Energi Kinetik
          Ketika kamu menaiki sepeda dengan laju yang besar, tiba- tiba dihadapanmu terdapat batu besar yang menghalangi jalan. Tanpa ragu – ragu, kamu  akan segera mengerem sepedamu. Sesaat badanmu terhentak sampai akhirnya berhenti. Hentakan yang kamu rasakan pada saat mengerem sepedamu itu disebut energy kinetic. Jika kamu mengajak temanmu menaiki sepeda tersebut, tentu kamu akan lebih keras lagi mengerem sepedamu. Oleh karena massa orang yang menaiki sepeda lebih besar dari sebelumnya, dapat diambil kesimpulan bahwa energy kinetic bergantung pada massa benda, dan kecepatan benda tersebut. Energy yang dimiliki oleh benda yang bergerak disebut energy kinetic. Secara matematis, energy kinetic suatu benda dapat ditulis sebagai berikut :
Ek = 1/2 mv2
Dengan :       Ek = Energi kinetic ( J )
                       m = Massa ( kg )
                       v = Kecepatan ( m/s )

1.3 Perubahan bentuk-bentuk energi  
     Energy tidak dapat diciptakan dan juga tidak dapat dimusnahkan, tetapi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Pada umumnya manfaat energy akan terlihat setelah berubah bentuk menjadi energy yang lain. Contohya energy listrik menjadi energy panas, energy mekanik menjadi energy panas, energy mekanik menjadi energy bunyi, energy kimia menjadi listrik, energy listrik menjadi energy cahaya dan kalor, dan energy cahaya menjadi energy kimia.

1.4 Hukum Kekekalan Energi
     Coba kamu lemparkan sebuah bola vertical ke atas dan amati sampai jatuh ke lantai. Ketika bola bergerak ke atas, kecepatan bola semakin lama, semakin melambat dan ketinggian bola semakin besar. Pada ketinggian tertentu, bola berhenti sesaat dan kembali lagi ke bawah dengan kecepatan yang semakin besar. Peristiwa tersebut menujukkan bahwa energi gerak semakin lama semakin kecil sampai menjadi nol ketika berhenti sesaat pada ketinggian tertentu. Kemanakah energy gerak tersebut ?
     Energy gerak ( Ek ) tersebut ternyata berubah menjadi energy potensial gravitasi ( Ep ) sampai akhirnya mencapai maksimum. Begitu pula sebaliknya, energy potensial gravitasi semakin kecil ketika bola tersebut bergerak ke bawah. Adapun energy geraknya semakin besar dan mencapai maksimum ketika sampai di lantai, tetapi energy potensial gravitasinya menjadi nol ketika sampai di lantai. Setelah diam di lantai, semua energy mekanik benda habis. Tahukah kamu, kemana perginya ? Apakah yang dapat kamu simpulkan?Adakah energy yang hilang ?
     Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa energy bersifat kekal. Energy tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk energy yang lain. Pernyataan tersebut dikenal dengan Hukum Kekekalan Energy.

2.      Usaha
2.1 Pengertian Usaha
     Usaha adalah besarnya gaya yang diberikan pada suatu benda sehingga benda tersebut mengalami perpindahan. Usaha sangat dipengaruhi oleh dorongan dan tarikan (gaya).
     Apabila gaya disimbolkan dengan F dan perpindahan dengan s, secara matematis usaha dituliskan dalam persamaan berikut.
W = Fs
Dengan :   W = usaha (J)
                 F = gaya (N)
                 s = perpindahan (m)
Persamaan berlaku untuk gaya yang arahnya sama dengan perpindahan, seperti gambar di bawah ini.







 


 


 


     Usaha memiliki satuan yang sama dengan energi, yaitu joule. Dengan ketentuan bawa 1 joule sama dengan besar usaha yang dilakukan oleh gaya sebesar 1 N dengan perpindahan 1 m.
     Untuk memindahkan benda kearah vertical memerlukan gaya minimal untuk mengatasi gaya gravitasi bumi yang besarnya sama dengan berat suatu benda. Secara matematis gaya tersebut dapat ditulis sebagai berikut.
F=  m g
     Karena perpindahan benda kearah vertical sama dengan ketinggian benda (h), dengan memasukkan persamaan diperoleh usaha yang dilakukan terhadap n=benda tersebut sebagai berikut.
W = F s
W = m g h
Dengan :   W = usaha (J)
                 m = massa (kg)
                 g = percepatan gravitasi (N/kg)
                 h = perpindahan atau ketinggian (m)

2.2. Hubungan antara usaha dan energy
     Energy adalah kemampuan melakukan usaha. Dari definisi tersebut menunjukkan bahwa usaha memiliki kaitan yang erat dengan energy. Contohnya ketika gayamu berusaha mendorong mobil sehingga bergerak, berarti telah terjadi perubahan energy dari energy yang dikeluarkan olehmu menjadi energy gerak.
     Jadi dapat disimpulkan bahwa ketika gaya melakukan usaha pada sebuah benda maka akan terjadi perubahan energy pada benda tersebut. Usaha yang dilakukan pada sebuah benda horizontal menyebabkan perubahan energy kinetic. Dengan demikian, besarnya usaha sama dengan perubahan energy kinetic benda. Secara matematis ditulis sebaga berikut.
W = Δ Ek
W = Ek2- Ek1
Dengan :   W = usaha ( J )
                 Ek = perubahan energy kinetic (J)
                 Ek1 = energy kinetic akhir (J)
                       Ek2 = energy kinetik awal (J)
Ketika kamu mengangkat sebuah balok, kamu akan memberikan gaya dorong terhadap balok. Pada saat ke atas berlaku:
Wtangan = Ftangan . s = m g h
Saat ke bawah :
Wgravitasi  =  Fgarvitasi . s = -m g h
Usaha yang dilakukan oleh gaya gravitasi bumi (benda yang bergerak vertical) sama dengan perubahan energy potensial gravitasi. Secara matematis ditulis sebagai berikut :
W = Δ Ep
W = Ep2 – Ep1
W = m g (h2 – h1)
Dengan :   W    = usaha (J)
                 ΔEp = perubahan energy potensila (J)
                 Ep1 = energy potensila awal (J)
                 Ep2 = energy potensial akhir (J)